ABRAR Saleng adalah sedikit dari pakar hukum di republik ini yang tahu persis tiap sisi dunia pertambangan. Karenanya, tak salah bila akhirnya ia kerap wira-wiri menjadi konsultan ahli bagi para hakim di seluruh penjuru negeri ini agar mereka bisa menentukan fonis hukum yang tepat atas berbagai persoalan pelik pertambangan domestik.
Di mata Abrar, memang tak banyak hakim dan jaksa di peradilan Indonesia yang tahu betul hukum pertambangan. Makanya, tak sedikit kasus tambang yang mengemuka berakhir sebagai fonis pidana. Padahal, itu merupakan kasus perdata.
Lantas, bila itu yang terjadi, bagaimana Abrar memprediksi dunia pertambangan di Tanah Air? “Ya, masih kacau! Tumpang tindih di mana-mana,” katanya.
Kekacauan itupun, kata Abrar, akan terus terjadi selama pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak lekas merampungkan Rancangan Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba) paling lambat Agustus tahun ini. Baca selebihnya »
KUTA Lombok tak sekedar pantai yang elok. Di balik bersih butiran lembut pasirnya itu, ikut diceritakan bagaimana suku aseli di daerah itu secara turun temurun mencari peruntungan hidup.
PROGRAM revitalisasi perkebunan yang dicanangkan pemerintah untuk tiga komoditas unggulan menghadapi sejumlah dilema di tingkat petani. Khusus bagi komoditas kelapa sawit, petani di sektor usaha tersebut kini tengah harap-harap cemas.
HAJI Pasahadi menyeruput secangkir kopi panas yang dihidangkan istri Putranom.