jump to navigation

Produsen Pelumas Perlu Bebernah Juni 1, 2008

Posted by turyanto in Manufaktur.
add a comment

ENAM tahun sudah, PT Pertamina (Persero) tak lagi memonopoli bisnis pelumas di Tanah Air. Selama kurun waktu itu pula, pasar pelumas selalu saja bergejolak. Beragam persoalan pun lantas mencuat ke permukaan. Mulai dari yang semula hanya melibatkan antarprodusen hingga sampai menyebar kepada ketakutan para konsumen.

Persolan pelumas yang muncul tersebut, antara lain tingkat pemalsuan produk yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp7 triliun per tahun sampai soal tarik ulur standardisasi yang hingga kini tak jua selesai. Di samping itu, produsen pelumas domestik juga masih terus saling sikut untuk bisa meraih pasar dengan meluncurkan produk-produk terbaru.

Tetapi, kini produsen pelumas di dalam negeri seolah mendapatkan tantangan baru, seiiring dengan berkembangnya teknologi global. Masyarakat dunia menuntut tingkat polusi dapat ditekan. Terutama dengan menurunkan gas buang emisi bagi kendaraan bermotor. (lagi…)

Virginia, Hidup Mati Petani Lombok Juni 1, 2008

Posted by turyanto in Agribisnis.
7 comments


BAGI petani tembakau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), daun Virginia ibarat kuning emas di tengah terik matahari. Begitu bersinar dan menyilaukan. Setiap tatap mata memandang, di situlah dia akan dibuat tergiur memilikinya.

Lalu, mereka pun saling berebut untuk bisa menggembol tumpukan daun emas Virginia itu. Meskipun pertaruhan yang dibuat teramat besar untuk sekelas petani seperti mereka.

Salah-salah, jika sampai meleset dan akhirnya kalah, maka para petani di Lombok itu pun harus bersiap-siap bila suatu saat dapur di rumahnya tak lagi bisa mengepul. Hidup pun bagai terasa buron. Setiap hari dikejar-kejar si penagih utang, meski mereka telah bersembunyi sampai ke lubang semut.

Namun, demi sebuah harapan bahwa daun-daun emas Virginia itu bakal mengubah mereka dalam keterpurukan nasib, para petani di sana tak lagi memedulikan resiko usaha yang mesti ditanggung. Walaupun pada mulanya terpaksa harus jatuh bangun. Tapi, buktinya meraka tak pernah kapok menanam tembakau Virginia. (lagi…)