Waspadai Jalur Rawan Longsor September 17, 2008
Posted by turyanto in Mudik.Tags: Mudik
2 comments
PEMUDIK lebaran Idul Fitri 1429 Hijriyah diminta mewaspadai ada empat titik jalur rawan longsor di Kabupaten. “Keempat jalur itu yakni jalan Cibeber, Cilograng, Cipanas dan Lebak Gedong,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, Kabupaten Lebak, Ujang Badrudin, Rabu.
Menurut dia, pemudik berhati-hati bila melintasi jalan itu karena sering terjadi bencana longsoran tanah. Apalagi, letak tofograpinya berbukit terjal dan penuh tebing serta curam.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada pengemudi kendraan berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa saja terjadi bencana longsoran. (lagi…)
14 Layanan Kesehatan Disiapkan September 17, 2008
Posted by turyanto in Mudik.Tags: Mudik
add a comment
DEPARTEMEN Kesehatan menyiagakan 14 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk membantu masyarakat yang berangkat dan pulang untuk mudik Lebaran.
Siaran pers dari Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Jakarta, Selasa, menyebutkan KKP tersebut yakni KKP Bandara Raden Inten dan KKP Bakauheni (Lampung), KKP Merak (Banten), KKP Cirebon, KKP Bandara Husein Sastranegara (Bandung), KKP Cilacap, KKP Semarang, KKP Bandara Adi Sumarmo (Surakarta), KKP Adi Sucipto (Yogyakarta), KKP Tanjung Perak (Surabaya), KKP Probolinggo, KKP Banyuwangi, KKP Gilimanuk (Denpasar) dan KKP Bandara Ngurah Rai (Bali).
Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Departemen Kesehatan Yusharmen, dalam siaran pers tersebut mengatakan, Departemen Kesehatan menyiagakan pos kesehatan, penyuluhan, pemeriksaan/pengawasan tempat-tempat umum, pengendalian vektor dan penyiapan rujukan ke rumah sakit di terminal pelabuhan udara dan pelabuhan laut di KKP mulai tujuh hari sebelum hingga tujuh hari sesudah Hari Raya Idul Fitri. (lagi…)
Awas, Terjebak di Jalur Alternatif September 17, 2008
Posted by turyanto in Mudik.Tags: Mudik
add a comment
SINAR mentari sore masih terasa begitu menyengat kulit. Kamis, 11 September 2008 di sebuah tepi jalan penghubung Bumiayu—Cirebon, Warno tampak tengah mengawasi 12 orang pekerja yang sudah sedari tadi pagi bermandi keringat menambali tiap sisi lubang jalan.
Tangan Warno menunjuk. Dia berseru,”Sebelah sini belum! Ayo…ayo…cepatan yang ini.” Tiga orang pekerja pun kemudian terlihat menuju arah jari Warno. Bak berisi batu koral didorong. Batu-batu itu lantas diserok. Ditaburkan merata ke tiap sisi jalan.”Nah, betul begitu.”
Hempasan debu sontak menerpa muka Warno saat deru truk berat seakan tiada henti melintasi jalur itu. Dari kanan dan kiri. Belum lagi laju mobil dan motor yang terus menyodok tak mau mengalah. Hujan yang tak kunjung turun di lintasan Bumiayu—Cirebon memang kian membuat debu-debu itu terbang liar terhempas angin. (lagi…)
Pantura Belum Siap Dilalui Pemudik September 16, 2008
Posted by turyanto in Mudik.Tags: Mudik
add a comment
KURANG dari 10 hari arus mudik Lebaran tahun ini dimulai, kondisi jalan di beberapa ruas jalur pantai utara (Pantura) ternyata belum siap untuk dilalui pemudik. Hal itu tampak dari perbaikan dan pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat atau melalui para kontraktor di sejumlah jalur utama dan alternatif yang sampai kini belum juga tuntas. Bahkan, di tiga titik utama, yakni Juwana-Pati, Pekalongan-Pemalang, dan Pemalang-Tegal sudah dipastikan penyelesaiannya rampung di atas 1o hari sebelum Lebaran.
Beberapa ruas jalan utama Pantura yang masih bermasalah, antara lain pada Kilometer 117 Sukamandi, Kecamatan Ciasem dengan panjang 1,8 kilometer, Jalan Raya Gebang-Losari Kilometer 22, Kecamatan Gebang, Cirebon sepanjang delapan kilometer, ruas Pejagan-Losari, Kabupaten Brebes, dan jalan sepanjang 1.335 meter di Pemalang-Tegal. (lagi…)
