jump to navigation

Babak Baru Persaingan Bisnis Pelumas Juni 10, 2008

Posted by turyanto in Manufaktur.
add a comment

PERSAINGAN di pasar pelumas makin seru saja. Meskipun, potensi pasarnya selama ini tak segemerlap laiknya bisnis jenis bahan bakar cair lainnya, tetapi kompetisi antarprodusen bahan pelicin mesin bermotor itu semakin hari kian menjadi.

Berbagai merek baru pun kini meluncur begitu derasnya bak air bah. Dari yang semula hanya ada 10 merek, kini pasar dibanjiri hampir lebih 300 brand. Ada yang buatan lokal, tapi tak sedikit pula yang diimpor. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat berbarengan dengan hadirnya pemain baru.

Kehadiran merek-merek itu, pastinya diikuti dengan seabrek promosi yang selalu saja mengagungkan brand pelumas baru itu, apabila konsumen mau menggunakannya. (lagi…)

Asuransi Syariah: Susah Jadi Tuan di Rumah Sendiri Juni 10, 2008

Posted by turyanto in Manufaktur.
add a comment

DIGADANG-gadang bakal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi tetap saja berperan sebagai tamu. Itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia sejak dirintis tiga tahun lalu. Kendati di sana-sini riuh menjadi buah bibir, toh tetap saja, dalam perjalananannya tak bisa mulus. Bahkan, bisa dibilang: sepi peminat.

Ungkapan ini tentu bukan tanpa dasar. Selama ini, setiap kali dipromosikan, asuransi syariah selalu disebut-sebut memiliki potensi cukup besar untuk tumbuh di Tanah Air ketimbang model asuransi konvensional. Bayangkan, Indonesia sedari dulu merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. (lagi…)

Produsen Pelumas Perlu Bebernah Juni 1, 2008

Posted by turyanto in Manufaktur.
add a comment

ENAM tahun sudah, PT Pertamina (Persero) tak lagi memonopoli bisnis pelumas di Tanah Air. Selama kurun waktu itu pula, pasar pelumas selalu saja bergejolak. Beragam persoalan pun lantas mencuat ke permukaan. Mulai dari yang semula hanya melibatkan antarprodusen hingga sampai menyebar kepada ketakutan para konsumen.

Persolan pelumas yang muncul tersebut, antara lain tingkat pemalsuan produk yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp7 triliun per tahun sampai soal tarik ulur standardisasi yang hingga kini tak jua selesai. Di samping itu, produsen pelumas domestik juga masih terus saling sikut untuk bisa meraih pasar dengan meluncurkan produk-produk terbaru.

Tetapi, kini produsen pelumas di dalam negeri seolah mendapatkan tantangan baru, seiiring dengan berkembangnya teknologi global. Masyarakat dunia menuntut tingkat polusi dapat ditekan. Terutama dengan menurunkan gas buang emisi bagi kendaraan bermotor. (lagi…)

Menswastakan Asuransi Wajib Transportasi Mei 30, 2008

Posted by turyanto in Manufaktur.
add a comment

MENGAKHIRI monopoli asuransi wajib jasa transportasi yang selama ini dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memang bukan urusan mudah. Selain butuh waktu panjang untuk bisa mengubah aturan perundangan, kesiapan pihak swasta hingga kini juga masih patut dipertanyakan.

Namun, upaya mendorong swastanisasi asuransi wajib transportasi itu dinilai perlu terus dipikirkan. Agar, industri asuransi nasional kian bergairah dan besaran nilai pertanggungan kecelakaan transportasi udara, laut, dan darat bisa meningkat. Di samping itu, dengan swastanisasi pula cakupan moda transportasi yang berhak memeroleh jaminan asuransi bakal semakin luas. (lagi…)