Pesona Kuta Desember 11, 2008
Posted by turyanto in Sosial.Tags: epik kuta
add a comment
KUTA Lombok tak sekedar pantai yang elok. Di balik bersih butiran lembut pasirnya itu, ikut diceritakan bagaimana suku aseli di daerah itu secara turun temurun mencari peruntungan hidup.
SEPOI angin Kuta bertiup. Berdesir. Mengantarkan riak pecah ombak di tepi pantai sana kepada butiran pasir putih dan serak daun-daun niur.
”Pyakkkk…pyakkk…srakkk!” Air laut Kuta menghampiriku. Lalu, menyapu bersih setiap butiran pasir nan lembut yang dari tadi menempel di jari kaki. Dia seolah ingin menyapa. Berbisik dan bercerita: betapa indahnya diriku! Lihatlah ini! Mukaku yang tampak begitu asri dan berseri.
Aku terpejam. Merebah. Ditemani percik air laut pantai Kuta yang kadang timbul tenggelam. Hening. Tentram dan damai. Hmmm…alam Kuta kini benar-benar berhasil membiusku. Kagum. (lagi…)
Sisa Jejak si Pembalak Liar Cigugur Juli 29, 2008
Posted by turyanto in Sosial.Tags: hutan
add a comment
HUJAN mengguyur Cigugur. Di sebuah rumah di bilangan Jurago, gelegak tawa si penghuni sontak terdengar berhenti saat laju Xenia biru datang menghampiri. Seorang lelaki paruh baya di rumah itu pun, terlihat melongok ke luar. Matanya tajam menatap si pengemudi dalam Xenia biru itu.
”Ada apa Pak?” tanya si lelaki. ”Ini, mau tanya, kalau ke tempat penebangan kayu di Cigugur masih jauh gak Kang?” ujar salah satu penumpang di dalam Xenia itu. ”Tempat penebangan kayu yang mana ya? Di sini kan banyak Pak! Ada yang punya Perhutani. Terus, maunya yang resmi atau illegal?” kata si lelaki. (lagi…)
Rumahku Istanaku Juni 12, 2008
Posted by turyanto in Sosial.add a comment
BAGI suku Sasak, rumah tak sekadar sebagai tempat berlindung, tetapi juga bernilai estetika, memiliki filosofi mendalam, dan menjadi cermin dari kehidupan masa lampau nenek moyang Pulau Lombok yang diwariskan secara turun-temurun.
Kekhasan rumah Sasak itu, juga telah mengajarkan betapa penduduk Lombok dari dahulu secara terus-menerus telah bergantung pada tambang kekayaan alam yang berfungsi sebagai nafkah harian, sekaligus untuk bahan pembangunan rumah. (lagi…)
Kawin Lari Masih Lestari Juni 12, 2008
Posted by turyanto in Sosial.5 comments
BUDAYA tradisional yang masih lekat di kampung suku Sasak adalah kawin lari. Proses kawin lari itu hingga kini masih terjadi pula untuk masyarakat Lombok yang bermukim di kota.
”Pasangan muda-mudi yang berniat menikah memang selalu mengawali proses pernikahannya dengan kawin lari. Makanya, tempat tidur anak-anak suku Sasak selalu ditempatkan di atas,” ujar Agus, warga Sade. (lagi…)