Pantura Belum Siap Dilalui Pemudik

Posted on September 16, 2008

0


KURANG dari 10 hari arus mudik Lebaran tahun ini dimulai, kondisi jalan di beberapa ruas jalur pantai utara (Pantura) ternyata belum siap untuk dilalui pemudik. Hal itu tampak dari perbaikan dan pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat atau melalui para kontraktor di sejumlah jalur utama dan alternatif yang sampai kini belum juga tuntas. Bahkan, di tiga titik utama, yakni Juwana-Pati, Pekalongan-Pemalang, dan Pemalang-Tegal sudah dipastikan penyelesaiannya rampung di atas 1o hari sebelum Lebaran.

Beberapa ruas jalan utama Pantura yang masih bermasalah, antara lain pada Kilometer 117 Sukamandi, Kecamatan Ciasem dengan panjang 1,8 kilometer, Jalan Raya Gebang-Losari Kilometer 22, Kecamatan Gebang, Cirebon sepanjang delapan kilometer, ruas Pejagan-Losari, Kabupaten Brebes, dan jalan sepanjang 1.335 meter di Pemalang-Tegal.

Dari hasil pantauan kesiapan jalur mudik mulai dari Jakarta-Purwekerto yang saya lakukan pada 10-12 September 2008 lalu, dapat dilihat bahwa ruas Pantura belum sepenuhnya siap untuk dilalui pemudik tahun ini. Tak hanya jalur utama saja, jalan-jalan alternatif pun masih terlihat rusak sehingga dapat memicu kemacetan lalu lintas.

Bermula dari Gerbang Tol (GT) Cikampek, potensi kemacetan juga sudah tampak, yakni tepat di pertigaan Jomin. Seharusnya, masalah ini bisa diatasi dengan memperbaiki jalur lalu lintas di GT Karawang Barat, Kalihurip, atau Sadang. Selain itu, juga dengan menertibkan ruas GT Cikampek-Jomin. Sebab, di ruas tersebut banyak warung serta perhentian truk dan bus yang membuat arus kendaraan lain jadi tersendat.

Kemudian, selepas GT Cikampek ke arah timur hingga Losari, yaitu perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, seharusnya pun tiada hambatan. Tapi, hingga kini di ruas Cikampek-Sukamandi jalannya berlubang karena perbaikan belum selesai.

“Kami sedang kebut proyek ini biar cepat selesai. Atau, bila tidak, ya kami berhenti dulu agar jalan tak macet saat mudik nanti,” kata Agus Wardono, konsultan proyek asal PT Adhi Karya untuk perbaikan jalan di Kilometer 117 Sukamandi, Jawa Barat.

Menurut dia, proyek yang sudah digarap sejak Agustus 2008 itu, ditargetkan tuntas pada 10 hari sebelum Lebaran. Dia mengatakan, setelah diperbaiki dan dilebarkan, maka ruas jalan di Kilometer 117 Sukamandi tersebut akan menjadi empat garis dua jalur ditambah medium tengah 1,5 meter.

Selain di Sukamandi, kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Gebang-Losari Kilometer 22, Kecamatan Gebang, Cirebon. General Superintenden (GS) PT Delta Marga, Sapto Giyono, kontraktor jalan di ruas itu yang ditemui di Gebang, mengatakan, dua atau tiga hari lagi proses pengerjaaan sudah selesai dan bisa langsung dilintasi kendaraan.

”Ada pelapisan aspal tambahan sepanjang 3,7 kilometer di ruas Kanci-Gebang. Jadi, tinggi median jalan hanya tersisa sekitar 10 sentimeter,” katanya.

Namun, perlu diperhatikan, apabila ruas Kanci-Gebang, sudah begitu mulus, tetapi ruas di Gebang-Losari sepanjang sebelas kilometer walaupun terlihat mulus masih banyak dijumpai aspal yang bergelombang. Karenanya, pemudik roda dua harus lebih berhati-hati.

”Kami diminta 15 September 2008 sudah selesai. Makanya tengah dikerjar agar sesuai target,” kata Sapto.

Sementara itu, di jalur pantura antara Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, perbaikan jalan juga masih dilakukan. Perbaikan yang dikerjakan, berupa pengerasan dengan beton, pelebaran, pelapisan ulang di sebagian ruas, dan penambalan lubang jalan.

Kepala Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Tegal, Sutaryo mengatakan, pihaknya selain memperbaiki, pihaknya juga melebarkan jalan dari tiga lajur menjadi empat lajur dengan menggunakan beton semen.

Untuk kesiapan arus mudik, kata dia, perbaikan dan pelebaran jalan hanya sampai pengerasan dengan beton. Sedangkan, proses pengaspalan baru dilakukan seusai Lebaran.

Menurut Sapto, dengan adanya pelebaran jalan, pada arus mudik nanti semua jalur di wilayah Brebes hingga Pemalang sudah terdiri atas empat lajur. Diharapkan, kemacetan lalu lintas tak akan terjadi meski jumlah kendaraan pemudik yang melewati Jateng diprediksi naik sekitar 5 persen. ”H-7 sudah selesai.” kata dia.

Selain di jalur utama Pantura, perbaikan jalan juga terus dilakukan di jalur tengah dan alternatif, seperti Pejagan, Kabupaten Brebes, hingga Prupuk, Kabupaten Tegal.

Salah satu jalan yang masih terlihat rusak adalah ruas jalur alternatif Tegal, Pemalang yang melewati rute dari Larangan, Kramat, Balamoa, Kedung Banteng, Warurejo, tembus ke perbatasan Pemalang. Ruas jalur sepanjang kurang lebih 30 kilometer ini dipenuhi lubang dan bergelombang antara lain di Desa Karangmalang, Sigentong dan Warurejo.
Selain kondisi jalan yang rusak, penerangan lampu di jalur ini juga sangat minim, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang lewat pada malam hari.

Terkait persoalan perbaikan jalur Pantura yang hingga kini belum tuntas, Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak mengatakan, seluruh pekerjaan itu sudah ditarget selesai H-10 sebelum lebaran. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kondisi permukaan jalan, pemeliharaan berkala, rekonstruksi, dan peningkatan jika umurnya sudah habis.

Secara umum, kata dia, kekuatan jalan direncanakan untuk jangka waktu 10 tahun. Karenanya, tiap tahun dilakuan pemeliharaan dan lima tahun sekali dilakukan peningkatan jalan.

Ditandai:
Posted in: Mudik